Konsumsi Andaliman atau Lada Batak untuk Mengurangi Risiko Kanker

Konsumsi Andaliman atau Lada Batak untuk Mengurangi Risiko Kanker

Keragaman yang ada di Indonesia bukan hanya sebatas suku dan adat istiadat, tapi juga bumbu masakan yang digunakan. Salah satu hasil alam yang dimanfaatkan sebagai bumbu kuliner Nusantara adalah andaliman, salah satu bumbu masakan wajib bagi masyarakat Batak. Ternyata bukan hanya di Indonesia, andaliman juga sangat umum digunakan sebagai bumbu masakan di India, Cina, Tibet, Nepal, dan Thailand.

Rempah yang memiliki nama ilmiah Zanthoxylum acanthopodium ini kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin A, zat besi, mangan, kalium, seng dan fosfor. Tak hanya itu, andaliman juga mengandung beberapa antioksidan, seperti fitosterol, terpen, dan karoten.

Jika dikonsumsi, semua nutrisi penting pada andaliman dapat memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan, antara lain:

1. Meredakan rasa sakitLaiknya jenis lada lainnya kandungan analgesik pada andaliman berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit.

2. Meningkatkan kadar zat besi dalam Andaliman juga dapat membantu membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke organ dan jaringan. Pada akhirnya, ini juga akan meningkatkan sirkulasi darah.

3. Menguatkan tulang Ada beberapa mineral penting yang ditemukan dalam jumlah kecil di andaliman. Beberapa di antaranya adalah fosfor, mangan, tembaga, dan besi. Semua ini diperlukan untuk membangun tulang yang kuat dan mencegah gangguan tulang terkait usia, seperti osteoporosis.

4. Meningkatkan daya tahan tubuhManfaat lain dari andaliman adalah dapat meningkatkan kekebalan tubuh berkat kadar zinc yang tinggi. Pasalnya, seng merupakan mineral penting yang mengaktifkan sel T, sel yang berfungsi mengontrol respon imun untuk menyerang penyebab penyakit yang dilaporkan di laman Medical News Today.

5. Meredakan peradanganSenyawa antioksidan dan asam organik dalam lada Batak, termasuk pitosterol dan terpen, memiliki efek anti-inflamasi dan dapat menetralkan radikal bebas, sehingga menghentikan peradangan. Tak heran jika andaliman sering digunakan sebagai obat herbal radang sendi dan asam urat.

6. Mencegah penyakit kronisUmumnya penyebab kanker dan penyakit kronis lainnya adalah jumlah radikal bebas yang berlebihan sehingga menyebabkan sel-sel sehat bermutasi. Antioksidan yang terdapat pada lada Batak atau andaliman ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan stres oksidatif yang terlalu tinggi di dalam tubuh, mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, sakit maag, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, hingga menyebabkan penuaan.

Alyah FitriaSeekor kupu-kupu tidak akan pernah dikagumi manusia jika dirinya tidak berubah. Untuk kesuksesan hari ini, perubahan adalah hal yang paling baik untuk dilakukan.

Posting Komentar untuk "Konsumsi Andaliman atau Lada Batak untuk Mengurangi Risiko Kanker"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *