Melihat Kekayaan Alam Papua dari Taman Nasional

Melihat Kekayaan Alam Papua dari Taman Nasional

Taman Nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Indonesia memiliki banyak taman nasional yang tersebar di berbagai daerah, tak terkecuali di Papua. Berikut tiga taman nasional yang berada di Papua.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Sebagai taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, Taman Nasional Teluk Cendrawasih memiliki luas perairan laut 89.8 persen dari total wilayahnya yang mencapai 1.453.500 hektare. Taman ini memiliki keanekaragaman ekosistem mulai dari ekosistem tropis daratan/pulau, mangrove, hutan pantai, padang lamun sampai dengan terumbu karang.

Dikutip dari laman telukcenderawasihnationalpark.com terdapat lebih kurang 200 jenis karang yang terdiri dari 67 genus dan sub genus jenis karang Scleractinia di taman ini. Terdapat pula empat jenis penyu seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Tempat ini ditetapkan sebagai taman nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 8009/Kpts-II/2002 pada 29 Agustus 2002.

Taman Nasional Wasur

Melalui Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : 282/Kpts-VI/1997 pada 23 Mei 1997 kawasan ini ditetapkan sebagai Taman Nasional Wasur dengan luas wilayah 413.810 hektare yang terletak di Merauke, tenggara Provinsi Papua.

Kata Wasur berasal dari bahasa Marori yaitu waisol yang berarti kebun. Wilayah taman nasional ini merupakan lahan basah yang tergenang air selama empat sampai enam bulan dalam setahun. Pada musim kemarau, rawa-rawa akan terbentuk di wilayah ini karena air surut melalui parit-parit alami yang terhubung ke laut.

Mengutip laman resmi Taman Nasional Wasur, diperkirakan terdapat 80 jenis mamalia namun yang baru teridentifikasi 34 spesies yang mana 32 di antaranya merupakan endemik Papua.

Terdapat 403 spesies burung dengan 74 di antaranta tercatat sebagai burung endemik Papua dan diperkiraan terdapat 114 spesies yang dilindungi.

Tak hanya itu, Taman Nasional Wasur memiliki potensi wisata seperti kegiatan pengamatan burung-burung migran di Pantai Ndalir, Rawa Dogamit dan Mblatar, pengamatan burung-burung endemik di hutan jarang Melaleuca dan hutan dataran rendah, dan wisata budaya pembuatan Sagu Sep di Rawa Biru dan Kampung Wasur.

Taman Nasional Lorentz

Memiliki luas 2.505.600 hektare yang membentang 150 kilometer mulai dari pegunungan Cartenz hingga ke batas tepi laut Arafura. Taman Nasional Lorentz merupakan Situs Warisan Dunia melalui ketetapan UNESCO pada 4 Desember 1999 dan menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara.

Kawasan ini membentang pada gletser khatulistiwa di jajaran pegunungan tinggi di Asia Tenggara melalui spektrum lengkap ekosistem mulai dari ekosistem pesisir pantai sampai pada Pegunungan Alpin.

Selain itu, Taman Nasional Lorentz juga merupakan Endemic Bird Area atau Daerah Burung Endemik dengan 45 spesies burung sebaran terbatas dan Sembilan burung endemik papua di antaranya Cendrawasih ekor panjang dan Puyuh Salju.

Mengenal Taman Nasional Lorentz dan Kekayaan Alam Papua

Alyah FitriaSeekor kupu-kupu tidak akan pernah dikagumi manusia jika dirinya tidak berubah. Untuk kesuksesan hari ini, perubahan adalah hal yang paling baik untuk dilakukan.

Posting Komentar untuk "Melihat Kekayaan Alam Papua dari Taman Nasional"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *